Rumah CSR : Jendela Informasi CSR Terkemuka di Indonesia

Wed07232014

Last updateTue, 22 Jul 2014 2pm

Back You are here: Home Berita Ekonomi 200 Perusahan sawit ditargetkan lolos ISPO

200 Perusahan sawit ditargetkan lolos ISPO

petani panen kelapa sawitJAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan tahun ini ada 200 perusahaan sawit yang mampu memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable PaIm Oil (ISPO).

 

Dirjen Perkebunan Gamal Nasir menuturkan, setidaknya tujuh perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit telah diaudit dan memperoleh sertifikat ISPO. Adanya sertifikat tersebut menandakan suatu perusahaan sawit telah menjalankan proses produksi dengan mengindahkan faktor ekologi, sosial, dan ekonomi.

Data Ditjen Perkebunan, ada tujuh perusahaan yang telah memperoleh sertifikat ISPO antara lain, PT Musim Mas (2 ), PT Swadaya Andika, PT Laguna Mandiri, PT Ivomas Tunggal. Perusahaan sawit itu telah memperoleh sertifikat oleh Lembaga Sertifikat (LS) PT Mutu Agung Lestari.

Kemudian, PT Sari Aditya Loka 1 yang disertifikasi PT TUT Rheinland Indonesia dan PT Hindoli,yang disertifikasi PT Sucofindo. "Tiga lagi tengah dalam proses sertifikasi, di antaranya BUMN PTPN V. Sementara,15 perusahaan sedang proses audit dan siap dinilai," ujar Gamal di Jakarta, Senin (14/1/2013).

Gamal optimistis, tahun ini sebanyak 200 perusahaan sawit dapat memperoleh sertifikasi ISPO. Pasalnya, tahun 2014, sebagai batas waktu bagi perusahaan sawit mengajukan proposal untuk mendapatkan sertifikat ISPO.

Direktur Tanaman Tahunan Ditjen Perkebunan Rismawan Danasaputra mengatakan, guna memenuhi kebutuhan proses audit ISPO itu, maka ruang penambahan LS kian terbuka. Seiring dengan hal itu, pelatihan auditor ISPO akan dilakukan. Sebanyak 120 orang tenaga perusahaan perkebunan mengikuti pelatihan.

"Hal sama pada pelatihan fasilitator ISPO sebanyak 30 orang. Ada pembiayaan dari APBN," ujar Rismawan.

Gamal menegaskan, penerapan ISPO penting bagi perusahaan kelapa sawit guna meyakinkan kepada dunia internasional bahwa produk minyak sawit mentah Indonesia telah mementingkan keberlangsungan hutan dan masalah lingkungan lainnya. Hal itu terkait maraknya perang dagang dan persaingan yang dikaitkan emisi gas rumah kaca dan deforestasi.

Kementan sendiri telah mencanangkan, pada 2015 seluruh perusahaan kelapa sawit yang saat ini mencapai 2.500 sudah mengantongi sertifikat ISPO.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS

Berita terkait lainnya