Rumah CSR : Jendela Informasi CSR Terkemuka di Indonesia

Sun12212014

Last updateFri, 05 Dec 2014 10am

Back You are here: Home Artikel Internal Profil Our Member Corporate Agro Industri Hindoli Cargill, PT

Hindoli Cargill, PT

Cargil

PT Hindoli, pada awalnya bukanlah milik Cargill tetapi perusahaan gabungan Belanda dan Indonesia (Hindia Indonesia Oil). Namun seiring perkembangan waktu, pada tahun 1995-1996, Cargill mengambil alih PT Hindoli dan dikelola dibawah

Tropical Oils Asia Bussiness Unit (TOA BU) dan menjadi bagian dari Grain and Oilseeds Supply Chain Platform (GOSC) dari Cargill Company. Sehingga nama PT Hindoli selalu melekat dengan A Cargill Company.
Tahun 2005, PT Hindoli bergabung atau melakukan join venture dengan Tamasek Holdings Pte Ltd yaitu sebuah Badan Usaha Milik Negara Singapura sehingga sekarang nama PT Hindoli-A Cargill Company berubah menjadi PT Hindoli, CTP Holdings -A Cargill Company. Cargill mempunyai visi “ pada tahun 2015 akan menjadi rekanan pilihan, dikenal karena karyawan yang memiliki imajinasi dan berkomitmen untuk memberikan ide-ide terbaik bagi sektor yang  layani: pertanian, pangan dan manajemen resiko”. Misinya yakni “menciptakan nilai tambah dalam setiap bisnis yang dijalankan”.
Dari hasil site visit yang dilakukan tim penilai dan pendamping, program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan PT Hindoli telah memberi dampak yang positif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat khususnya di Kawasan Sungai Lilin.  Program Ekonomi Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit untuk Masyarakat (Pola Kemitraan)  antara lain dilakukan dengan cara pengembangan: 

Ekonomi

  • Pengembangan Perkebunan Sawit Inti Plasma

 

  • Pengembangan Mikro Finance

 

  • Pembangunan Sarana KUD

Pendidikan

  • Training of Trainer (ToT)

 

  • Beasiswa bagi Siswa Sekolah

 

  • Pengadaan Sarana Penunjang Sekolah

 

  • Rehabilitasi/ Renovasi Sekolah

Infrastruktur

  • Pembangunan Jembatan

 

  • Pembangunan Posyandu

 

  • Pembangunan Instalasi Air Minum

 

  • Perbaikan Jalan

 

  • Perbaikan Pasar

 

  • Perbaikan Rumah Ibadah

Lingkungan

  • Penanaman Kembali Pohon

Perusahaan membantu membangun masyarakat yang aktif secara ekonomi dan stabil di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin tempat di mana beroperasi. Hindoli-Cargill  mendukung program-program yang menyediakan solusi jangka panjang, melibatkan karyawan  dan memanfaatkan keahlian yang mereka miliki serta menyediakan kesempatan untuk bekerjasama dengan pihak lain.

Karyawan, bisnis serta mitra di masyarakat berkontribusi untuk menyediakan dampak berarti bagi lingkungan sekitar. Kebijakan perusahaan dalam berkontribusi adalah sesuai dengan fokus area yaitu: gizi dan kesehatan, pendidikan dan perlindungan lingkungan.

Di samping itu, setiap tahun, karyawan Perusahaan memberikan setidaknya 7 (tujuh) jam dari waktu kerja serta talenta untuk kegiatan volunteer, umumnya untuk mendukung upaya kontribusi amal perusahaan yang sesuai dengan tujuan Perusahaan untuk membangun secara berkelanjutan, masyarakat di sekitar tempat  beroperasi.

Hindoli-Cargill berupaya meningkatkan akses terhadap program gizi dan kesehatan, mendukung inovasi di bidang pendidikan serta menjaga sumber daya alam. Karyawan juga terlibat secara kolektif maupun individu dalam program pembangunan infrastruktur, sekolah dan rumah, berbagi pendidikan bagi anak-anak, petani, membersihkan lingkungan sekitar, menyediakan makanan bergizi bagi yang membutuhkan dan mendukung pembangunan ekonomi. Karyawan berkontribusi dalam tim melalui Cargill Cares Council.

    1. PROFIL SINGKAT

Nama Perusahaan : PT HINDOLI-CARGILL
Visi : Menjadi yang terdepan dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Misi : Menciptakan nilai tambah dalam setiap bisnis yang di jalankan.
Alamat : Jl. Raya Palembang-Jambi Desa Teluk Kemang Kec. Sungai Lilin MUBA Sum-Sel.
Nama Program :  Pembangunan Perkebunan Sawit untuk masyarakat (Pola Kemitraan)
Jenis Program : Perkebunan Sawit dan KUD
Lokasi yang Dikunjungi :  Kecamatan Sungai Lililin Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan.
Komunitas Sasaran : Masyarakat Petani sawit disekitar perusahaan.

    1. KEBIJAKAN CSR PERUSAHAAN

Tujuan CSR, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan bertujuan secara terus menerus meningkatkan standar, tindakan dan proses kinerja Perusahaan. Empat komitmen Tanggung jawab Perusahaan merupakan hal yang penting dalam pendekatan secara menyeluruh, yaitu Business conduct, Environment, People dan Community.

    1. PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM

Perencanaan dimulai dengan melakukan sosialisasikepada masyarakat dengan melibatkan aparat pemerintah terkait. Aparat/dinas terkait dilibatkan karena program yang dilaksanakan oleh perusahaan memerlukan waktu yang panjang antara 20 S/d 25 tahun dan berkelanjutan, sehingga perlu diketahui oleh pemerintah untuk mengawal program ini sampai selesai.

Pengelolaan dilakukan dengan cara membentuk kelompok-kelompok masyarakat dan koperasi dimana peran perusahaan membantu system yang berkaitan dengan pengawasan/pengelolaan dan pelatihan yang di perlukan sesuai kebutuhan, melalui koperasi kelompok dapat berbelanja di toko koperasi, simpan pinjam dll sesuai kesepakatan para anggota.

    1. MONITORING DAN EVALUASI.
      • Perusahaan  melakukan monitoring dan evaluas, dengan cara mengikuti rapat anggota tahunan (RAT) pada setiap koperasi sebagai pertanggung jawaban pengurus dalam menjalankan koperasinya setiap tahun, meminta pendapat para anggota koperasi.
      • Program desa binaan dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan metode pendampingan, dan peninjauan lapangan (field visit), serta komunikasi dialogis antar perusahaan, pemerintah setempat.
      • Hindoli-Cargill dalam pengambilan keputusan terkait dengan perusahaan dilakukan oleh pengelola Perusahaan profesional. Sedangkan, dalam manajemen operasional perusahaan, Pemilik/pemegang saham tidak diikut sertakan. Semetara, untuk kepemilikan saham yakni dengan memberikan 5% kepada mitra bisnis lokal. Dalam tata kelola perusahaan ini, Hindoli-Cargil menjakanlan prinsip akuntabilitas dengan melakukan audit internal dan external. Kemudian, dalam hal sistim transparansi informasi, PT Hindoli merupakan salah satu unit bisnis Cargill yang merupakan perusahaan swasta, dan secara global Cargill memutuskan laporan keuangan terkonsolidasi per kuartal. Dalam rangka komunikasi internal, secara berkala jajaran pimpinan dari grup Tropical Oils Asia (grup bisnis Cargill yang membawahi PT Hindoli) memberikan update kepada karyawan mengenai perkembangan-perkembangan yang terjadi terkait dengan kegiatan operasional Perusahaan. Di samping itu, Hindoli-Cargill juga selalu aktif mengkomunikasikan kegiatan CSR dalam berbagai forum. Selain itu, Perusahaan juga aktif mengkomunikasikan kegiatan CSR melalui laporan Corporate Responsibility Cargill global serta website induk perusahaan, Cargill Indonesia www.cargill.co.id.
    2. KEBERLANJUTAN PROGRAM

Usaha perusahaan melakukan pemandirian dan berkelanjutan yaitu pengurus koperasi di pilih dari kelompok masyarakat/anggot yang ada di desa tersebut. Perusahaan tidak ikut dalam susunan pengurus, perusahaan memastikan bahwa pengurus koperasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan paraanggotanya. Sehingga dapat berkelanjutan dan berkembang menjadi lebih baik lagi.

Kegiatan CSR melalui program Local Business Development telah tumbuh dengan baik Karna kebutuhan masyarakat dalam hal usaha yang bermitra dengan perusahan system Inti plasma saling membutuhkan dan menjadi Lingkage Bisnis yang berkelanjutan simbiosis Mutualisma.

Perusahaan dalam membina KUD sudah dapat dipastikan menjadi Koperasi yang mandiri tidak lagi ketergantungan pada Perusahaan terbukti dari hasil Site visit banyak ditemukan anggota Koperasi yang sudah dapat membangun rumahnya yang  mewah dan memiliki penghasilan tidak kurang dari 4.000.000 per KK dan dapat menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi.

  1. PENILAIAN PROGRAM :
    • 22 Prinsip (Program ekonomi Inti Plasma)  yang dijalankan di tinjau dari aspek:
    • Keterpaduan,program inti plasma yang di kembangkan tidak hanya memfasilitasi petani plasma dalam penyediaan kredit yang dijamin oleh perusahaan tetapi juga menyentuh program pendidikan bagi anak-anak keluarga petani plasma dan juga menyentuh program kesehatan dan pembangunan infra struktur.
    •  Menangani ketidakberuntungan structural dalam program pelaksanaan inti plasma  perusahaan tidak membedakan status social, ras, agama, gender dll, dalam membangun hubungan kemitraan untuk mendapatkan akses ke sumber daya pembangunan.
    • Menghargai hak asasi manusia, perusahaan sangat menghargai hak asasi manusia sesuai dengan visi perusahaan untuk  tidak melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia, misalnya :  hak untuk memperoleh pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan, hak untuk berkumpul dan berserikat, dan hak untuk bebas mengemukakan pikiran dan pendapat secara lisan maupun tertulis.
    • Keberlanjutan (sustainability), program yang di jalankan perusahaan sangat berkelanjutan karna perusahaan dan petani Sawit saling membutuhkan, dimana perusahaan membutuhkan banyak sawit untuk diproduksi begitupun masyarakat yang memang membutuhkan pelemparan pasar hasil sawitnya. Ada upaya pengembangan komunitas dilakukan berbasis pertimbangan sumberdaya yang dimiliki, keahlian dan kearifan lokal.
    • Pemberdayaan (empowerment), dari hasil survey lapangan perusahaan sudah banyak melakukan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh dengan berbagai bidang terutama Pemberdayaan petani  Sawit,  pengembangan komunitas,  Dalam menyediakan sumber-sumber daya (sources of power), kesempatan, pengetahuan dan ketrampilan bagi komunitas agar mereka mampu meningkatkan kapasitasnya
    • Peningkatan kesadaran pada hubungan interaksi antara individu dengan proses politik, pada umumnya masyarakat tidak begitu paham tentang hubungan usaha dengan politik dan perusahaan sendiri pun tidak memberikan penyadaran ke arah sana.  dalam proses - proses pengambilan keputusan secara politis tidak  melibatkan komunitas sasaran.
    • Basis kepemilikan (asset-base) dan peningkatan rasa memiliki (sense of belonging), masyarakat sangat tinggi sekali dalam hal rasa memiliki usaha yang sudah di bangun oleh perusahaan apalagi setelah merasakan manfaat yang di nikmati oleh petani sawit dimana program yang sudah difasilitasi dapat dikelola secara kolektiv dan rasa tanggung jawab komunitas yang memiliki aturan dan pedoman.
    • Kemandirian (keswadayaan), dilihat dari proses pembinaan perusahaan kepada petani sawit, sudah banyak kemajuan yang terlihat misalnya, segala kebutuhan petani dapat di cover langsung oleh KUD sebagai mitra Perusahaan, meminimalisasi pemanfaatan sumberdaya dari luar dan memahami makna keswadayaan
    • Independensi (dalam hubungan komunitas dengan pemerintah dan perusahaan),  Terlihat usaha petani menuju arah Independensi. tidak menciptakan ketergantungan kepada perusahaan maupun pemerintah, dimana lembaga/kelompok/assosiasi yang sudah ada/terbangun seperti KUD yang ada di tiap desa.
    • Keselarasan antara pencapaian tujuan jangka pendek dengan visi masa depan, keselarasan yang di buat dalam sebuah program CSR sudah cukup baik. membangun cita-cita komunitas yang telah diorganisir dan tidak menerima program asal jadi.
    • Pendekatan pembangunan yang organic
    • Pemilihan ritme kegiatan
    • Pasokan (supply) pakar dan kepakaran dari luar, perusahaan meminimalisasi keahlian dari luar dan memaksimalisasi keahlian yang dimilki masyarakat
    • Pentingnya pembangunan komunitas, pembangunan komunitas di sector ekonomi Perkebunan sawit sudah cukup lumayan terlihat dengan berdirinya Koperasi di tiap desa binaan. menciptakan pengembangan komunitas dalam  penguatan interaksi sosial, membangun kebersamaan, membantu komunikasi satu dengan yang lain dalam mendorong terciptanya dialog/pertemuan komunitas yang efektif secara mandiri dan saling memahami menuju terlaksananya kegiatan-kegiatan dan tujuan bersama.
    • Keselarasan antara proses dan hasil, cukup terjadi keselarasan yang signifikan antara proses dan hasil yang di nikmati petani sawit. mengintegrasikan proses dan hasil yang terukur (imput, output dan impact)
    • Keterpaduan proses perusahaan dalam proses kegiatan memampukan komunitas secara mandiri dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan bersama
    • Anti-kekerasan (non violence) perusahaan dalam pemberdayaan komunitas tidak mengundang konflik
    • Pengikutsertaan (inclusiveness) perusahaan mengikutsertakan komunitas dalam pengambilan keputusan dan menghargai perbedaan antar satu komunitas dengan komunitas yang lain
    • Konsensus (mufakat), konsesus yang di buat oleh perusahaan dengan plasma berjalan cukup sesuai keinginan bersama (Inti Plasma) pemberdayaan komunitas berbagi tanggung jawab dalam komunitas  dan terbangun konsensus - konsensus pada komunitas itu sendiri 
    • Kerjasama, kerja sama yang baik telah di buktikan oleh inti plasma, terlihat dari dukungan semua pihak yang berkepentingan (Steakhoolder) lembaga/ kelompok/ assosiasi yang sudah ada/terbangun untuk bermitra  yang saling menguntungkan
    • Partisipasi (Participation), partisipasi masyarakat dan  perusahaan untuk merealisasikan visi misi CSR berjalan dengan kesadaran yang tinggi. pemberdayaan komunitas dilakukan secara partisipatif dan adanya kontribusi dari komunitas itu sendiri dalam pencapaian kegiatan dan tujuan.
    • Hak komunitas mendefinisikan kebutuhannya sendiri. Perusahaan dalampemberdayaan masyarakat memberikan peluang untuk menentukan kebutuhan   masyarakat itu sendiri
      • Penggunaan Teknologi:
            • Tidak banyak menggunakan teknologi, tetapi pendampingan dalam perawatan yang dilakukan perusahaan secara Intensif kepada petani Sawit sangat membantu.
            • Menggunakan pemberantasan hama tikus dengan burung hantu dengan sistim keseimbangan ekosistim, di mana di pelihara sepasang burung hantu setiap 20 Ha.
      • Peningkatan Aset dan Pendapatan
            • Bertani Sawit menjadi unggulan Setiap Desa telah menjadi daya usaha dalam peningkatan pendapatan Rumah Tangga.
      • Aset masyarakat hingga kini telah meningkat dari dua hektar kini banyak yang sudah menambah lahannya ada yang sampai mencapai 10 Hektar.
      • Penciptaan dan Penyerapan Tenaga Kerja
            • Dalam Perkebunan sawit merupakan rantai penyerapan tenaga kerja yang luas dari mulai tenaga kerja perawatan, panen, Transportasi sampai kepada Produksi.
            • Dengan meningkatnya perekonomian ada juga petani yang membuka usaha baru seperti bengkel, Voucer dan warung.
    • Penguatan Kapasitas kelompok (Kelembagaan/Kelompok Ekonomi & Aksesibilitas ke Sumberdaya  Pembangunan)
    •  Perusahaan sudah membentuk lebih dari 7 koperasi sebagai jembatan komunikasi perusahaan kepada Masyarakat petani Sawit dimana setiap anggota koperasi menjadi anggota Inti Plasma perusahaan.
    • Koperasi di buka  akses terhadap sumber-sumber daya baik yang dimiliki oleh pemerintah, swasta, perbankan dan pasar perdagangan.

Berita terkait lainnya